Remaja Bandung Kampanye Anti Perilaku Seksual Bebas

Perilaku SeksualBeberapa hari lalu, sekelompok remaja di Bandung, Jawa Barat berkampanye anti perilaku seksual bebas. Menurut para remaja itu, seksual bebas hanya akan merugikan para pelaku. Mulai dari kehilangan masa kesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi hingga ancaman maut saat melahirkan. Menurut para pengkampanye itu, salah satu penyebab munculnya perilaku tidak sehat itu karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Karena itu, upaya menyebarkan informasi tentang buruknya dampak perilaku seksual bebas terhadap kesehatan reproduksi harus terus dilakukan. Remaja menjadi sasaran kampanye yang efektif karena pengenalan dan pemahaman alat reproduksi perlu dikenalkan sedari awal. Dengan begitu mereka akan lebih dini memiliki rasa tanggung jawab terhadap kesehatan alat reproduksinya.

Sejauh ini, menurut lembaga riset seperti Johns Hopkins Centre, baru 10 persen remaja yang mengenal informasi seputar kesehatan reproduksi. Penyebabnya karena penyebaran informasi kesehatan reproduksi oleh pemerintah maupun lembaga lain belum menyentuh remaja secara merata. Mereka yang belum terjangkau informasinya kebanyakan berada di pedesaan. Di sisi lain, saat sebagian remaja aktif mencari tahu di Pusat Kesehatan Masyarakat masih sulit mendapatkan informasi yang tepat. Saat bisa berkomunikasi dengan petugas layanan pun, sebagian merasa tidak dilayani dengan ramah. Penyebaran informasi yang tidak merata dan kesulitan mendapatkan informasi seputar dampak perilaku seksual bebas oleh remaja membuat kampanye untuk menghentikan perilaku seks bebas belum berhasil sepenuhnya.

Sebenarnya sudah sejak tahun lalu Presiden berusaha menghentikan perilaku seksual bebas oleh para remaja dengan mengeluarkan Instruksi Presiden seputar pelayanan informasi kesehatan reproduksi remaja. Untuk melaksanakan Inpres itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan buku saku nontonfilm88 yang berisi informasi kesehatan reproduksi kepada para calon pengantin. Sedikitnya buku nontonfilm88 disebarkan ke 30 ribuan lebih kecamatan di Indonesia. Isi buku saku itu di antaranya tentang resiko kehamilan dini di usia kurang dari 20 tahun. Dengan buku saku ini, untuk pengantin yang berusia kurang dari usia tersebut tetap boleh menikah, tapi dianjurkan untuk tidak hamil dulu karena bisa berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan sang ibu. Menurut pemerintah, ancaman kematian ibu muda yang melahirkan sebelum usia 20 tahun lebih dari 5 kali lebih besar ketimbang wanita yang melahirkan di usia lebih dari 20 tahun.

Beberapa upaya penyebaran informasi ini juga dalam bentuk anjuran kepada para pengantin muda untuk berkonsultasi dengan perwakinan dan perencanaan kehamilan di pusat-pusat kesehatan masyarakat. Kementerian Agama juga ikut andil dengan menyelenggarakan kursus-kursus calon pengantin dengan harapan pasangan tertentu, terutama yang menikah dini, paham tentang kesehatan reproduksi dan resiko-resiko yang timbul jika melanggarnya. Beberapa contoh upaya tadi dalam rangka untuk terus mencegah perilaku seksual bebas di kalangan remaja dan menurunkan resiko kematian bagi ibu muda yang terlanjur menikah dini. Dengan semakin banyak remaja yang paham dengan resiko dari perilaku seksual bebas, pemerintah dan berbagai kalangan yakin itu akan terus mengurangi dampak-dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi akan terus turun.

Upaya memerangi perilaku seksual bebas dan penyebaran informasi kesehatan produksi remaja dengan merata masih menjadi pekerjaan rumah terbesar dari pemerintah. Karena ini pekerjaan besar, pemerintah tetap berpendapat bahwa upaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah selaku pemegang kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Namun mengingatkan banyaknya remaja di tanah air dan luasnya cakupan wilayah, pemerintah mengingatkan sekaligus mengajak berbagai kalangan, dunia pendidikan dan orang tua untuk bersama menyadarkan tentang pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja. Seruan tersebut, beberapa hari lalu juga disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sebuah symposium para bidan dan dokter Indonesia di Jakarta.

Leave a Reply